GAYA - GAYA KEPEMIMPINAN
GAYA-GAYA KEPEMIMPINAN
Gaya Kepemimpinan Otokratis
Gaya kepemimpinan otokratis ini merupakan gaya dimana yang paling banyak memberikan keputusan dan wewenang adalah sang pemimpin itu sendiri.
Gaya ini bisa dilihat dari ciri-ciri dimana banyak sekali petunjuk dan keputusan yang datang dari pemimpin. Jadi, instruksinya secara penuh berada di tangan pemimpin itu sendiri.
Gaya Kepemimpinan Demokratis
Berbeda dari gaya kepemimpinan demokratis yang berpusat pada pemimpin, dalam hal ini gaya kepemimpinan demokratis lebih menekankan pada bagaimana merangkul yang lain agar bisa mencapai tujuan yang sama.
Gaya yang seperti ini biasa disebut juga dengan gaya kepemimpinan partisifatif dalam.
Gaya Kepemimpinan Delegatif
Gaya kepemimpinan ini juga berbanding terbalik dengan gaya kepemimpinan yang otokratis. Dalam hal ini gaya kepemimpinan delegatif di tandai dengan tidak banyaknya instruksi yang diberikan dari pemimpin.
Dalam hal ini, dalam sebuah organisasi, gaya tersebut bermaksud agar para anggota organisasi mampu menyelesaikan setiap permasalahannya sendiri.
Gaya Kepemimpinan Birokratis
Kalau untuk gaya yang satu ini lebih menekankan pada gaya memimpin yang disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.
Jadi, pada umumnya, akan di tandai dengan adanya banyak hal yang di putuskan oleh pemimpin, namun keputusannya di dasarkan pada aturan yang telah ada dan berlaku disana
Jika ingin mengetahui dan meningkatkan kemampuan bagaimana cara kepemimpinan yang baik, maka hal yang utama dilakukan adalah mengenal dan memahami cara memimpin diri sendiri.
Kemudian barulah mulai mengembangkan kemampuan memimpin dalam lingkup luas. Mari simak uraian berikut;
1. Kenali gaya kepemimpinan
Ada beberapa jenis gaya kepemimpinan yang umumnya berkembang yaitu kepemimpinan karismatik, kepemimpinan otoriter, kepemimpinan demokratis, dan kepemimpinan laissez faire. Keempat gaya tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Dengan mengenali gaya kepemimpinan tersebut kita bisa mengetahui kekuatan, kelemahan, dan potensi serta tantangan. Kita juga bisa mengetahui apa yang harus diperbaiki dan ditingkatkan dari berbagai kekurangan tersebut.
2. Pelajari kemampuan komunikasi yang baik
Dalam memimpin kemampuan komunikasi harus dibangun dengan baik terhadap rekan, bawahan bahkan lawan sekalipun.
Lakukan komunikasi yang terbuka, saling menghargai, dan dengan komunikasi yang jelas. Bangun pula kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik dari pihak lain.
3. Mendorong kreativitas dan inovasi
Untuk menjadi pemimpin yang baik hal yang harus dimiliki pemimpin adalah mempunyai jiwa kreatif dan inovatif.
Berbagai hal baru harus diupayakan guna melahirkan berbagai terobosan menarik bagi sebuah organisasi yang dipimpin.
Libatkan pula bawahan untuk bekerjasama melaksanakan hal tersebut. Jangan pernah takut untuk mencoba meski muncul resiko kegagalan.
4. Berupaya menjadi teladan atau model
Kemampuan memimpin akan semakin diuji saat seseorang dihadapkan pada situasi yang pelik. Kadang kala keputusan dan kebijakan harus diambil meskipun menimbulkan ketegangan.
Tetaplah menampilkan sikap dan perilaku yang menjadi contoh bagi yang lain. Teruslah bekerja maksimal demi kemajuan bersama.
5. Membangun sikap positif, optimis, dan dedikasi
Cara kepemimpinan yang baik harus didukung dengan sikap-sikap di atas.
Sikap tersebut akan mendorong seorang pemimpin untuk bekerja maksimal tanpa kenal kata lelah, menyerah, dan acuh terhadap keadaan. Sikap di atas juga akan berpengaruh pada keberhasilan organisasi dan kemampuan bawahan.
6. Memiliki kemampuan memotivasi dan menghargai bawahan
Cara kepemimpinan yang baik harus pula didukung oleh kemampuan memotivasi diri dan bawahan untuk memberikan kontribusi positif bagi perubahan dalam organisasi dan lingkungan.
Kemampuan tersebut juga bisa memecah kebuntuan kala personel atau bawahan sedang menghadapi problem bersama. Imbangi pula dengan dukungan dan apresiasi terhadap kinerja mereka.
Selain melakukan cara-cara di atas penting juga meningkatkan kapasitas dan kualitas diri, mengedepankan sikap fokus, memelihara kerja sama dan membangun jaringan, dan lain sebagainya.
Berikut beberapa gaya kepemimpinan dan keefektifannya didalam suatu kondisinya;
1. Gaya Kepemimpinan Kharismatis
Gaya kepemimpinan kharismatis adalah gaya kepemimpinan yang mampu menarik atensi banyak orang, karena berbagai faktor yang dimiliki oleh seorang pemimpin yang merupakan anugerah dari Tuhan. Kelebihan gaya kepemimpinan karismatis ini adalah mampu menarik orang. Mereka terpesona dengan cara berbicaranya yang membangkitkan semangat.
Biasanya pemimpin yang kharismatis merupakan seseorang yang visionaris sehingga menyenangi perubahan dan tantangan.
Gaya kepemimpinan kharismatis bisa efektif jika :
1. Mereka belajar untuk berkomitmen, sekalipun seringkali mereka akan gagal.
2. Mereka menempatkan orang-orang untuk menutupi kelemahan mereka, dimana kepribadian ini berantakan dan tidak sistematis.
2. Gaya Kepemimpinan Otoriter
Gaya kepemimpinan otoriter adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan. Dalam gaya kepemimpinan otoriter, pemimpin mengendalikan semua aspek kegiatan. Pemimpin memberitahukan sasaran apa saja yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut, baik itu sasaran utama maupun sasaran minornya.
Kelebihan gaya kepemimpinan otoriter ini ada pada pencapaian prestasinya. Gaya kepemimpinan otoriter ini dapat efektif bila ada keseimbangan antara disiplin yang diberlakukan kepada bawahan serta ada kompromi terhadap bawahan.
3. Gaya Kepemimpinan Demokratis
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya. Kepribadian dasar pemimpin model ini adalah putih.
Kesabaran dan kepasifan adalah kelemahan pemimpin dengan gaya demokratis.
Gaya kepemimpinan demokratis ini akan efektif bila :
1. Pemimpin mau berjuang untuk berubah ke arah yang lebih
2. Punya semangat bahwa hidup ini tidak selalu win-win solution, ada kalanya terjadi win-loss solution. Pemimpin harus mengupayakan agar dia tidak selalu kalah, tetapi ada kalanya menjadi pemenang.
4. Gaya Kepemimpinan Moralis
Gaya kepemimpinan moralis adalah gaya kepemimpinan yang paling menghargai bawahannya. Kepribadian dasar pemimpin model ini adalah biru. Biasanya seorang pemimpin bergaya moralis sifatnya hangat dan sopan kepada semua orang. Pemimpin bergaya moralis pada dasarnya memiliki empati yang tinggi terhadap permasalahan para bawahannya. Segala bentuk kebajikan ada dalam diri pemimpin ini.
Pemimpin bergaya moralis adalah sangat emosinal. Dia sangat tidak stabil, kadang bisa tampak sedih dan mengerikan, kadang pula bisa sangat menyenangkan dan bersahabat.
Gaya kepemimpinan moralis ini dapat efektif bila :
1. Keberhasilan seorang pemimpin moralis dalam mengatasi kelabilan emosionalnya seringkali menjadi perjuangan seumur hidupnya.
2. Belajar mempercayai orang lain atau membiarkan melakukan dengan cara mereka.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.dictio.id/t/bagaimana-gaya-kepemimpinan-yang-efektif/5369/3
Komentar
Posting Komentar