TUGAS 5 - SIA

 PENULISAN

Empat Prinsip Keandalan Sistem

1. Ketersediaan. Sistem tersebut tersedia untuk dioperasikan ketika dibutuhkan.

2. Keamanan. Sistem dilindungi dari akses fisik maupun logis yang tidak memiliki otorisasi.

3. Dapat dipelihara. Sistem dapat diubah apabila diperlukan tanpa mempengaruhi ketersediaan, keamanan, dan integritas sistem.

4. Integritas. Pemrosesan sistem bersifat lengkap, akurat, tepat waktu, dan diotorisasi.

Bagi setiap prinsip keandalan diatas, tiga kriteria ini dikembangkan untuk mengevaluasi pencapaian prinsip-prinsip :

1.     Entitas memiliki tujuan kinerja, kebijakan dan standar yang telah ditetapkan, didokumentasikan dan dikomunikasikan yang telah memenuhi tiap prinsip keandalan. SysTrust mendefinisikan tujuan kinerja sebagai tujuan umum yang ingin dicapai entitas. Kebijakan adalah peraturan-peraturan yang memberikan arah formal untuk mencapai tujuan dan mendorong kinerja serta standar sebagai prosedur yang dibutuhkan dalam implementasi agar sesuai dengan kebijakan.

2.     Entitas menggunakan prosedur, sumber daya manusia, software, data dan infrstruktur untuk mencapai setiap prinsip keandalan dengan berdasarkan pada kebijakan dan standar yang telah ditetapkan.

3.     Entitas mengawasi sistem dan mengambil tindakan untuk mencapai kesesuaian dengan tujuan, kebijakan dan standar untuk setiap prinsip keandalan.

TUGAS

contoh;

      -Pengendalian Keandalan contoh Pemrosesan On-Line

Salah satu contoh penggunaan online processing adalah transaksi online. Dalam sistem pengolahan online, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, divalidasi dan digunakan untuk meng-update dengan segera file komputer.

Hasil pengolahan ini kemudian tersedia segera untuk permintaan keterangan atau laporan.

  -Pengendalian Keandalan contoh Pemrosesan Batch

Contoh dari penggunaan batch processing adalah e-mail dan transaksi batch processing. Dalam suatu sistem batch processing, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, dilakukan validasi tertentu, dan ditambahkan ke transaction file yang berisi transaksi lain, dan kemudian dientri ke dalam sistem secara periodik.

 Di waktu kemudian, selama siklus pengolahan berikutnya, transaction file dapat divalidasi lebih lanjut dan kemudian digunakan untuk meng-up date master file yang berkaitan.

 REFERENSI :

https://repository.unikom.ac.id/42906/1/8.pdf

https://pungkasanugrahutami.wordpress.com/2012/10/22/batch-processing-online-processing-dan-real-time-processing/

http://fasukses.blogspot.com/2012/01/sia.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUBUNGAN KEKUASAAN DENGAN PENGARUH

SISTEM INFORMASI AKUTANSI pertemuan 3

SISTEM INFORMASI AKUTANSI(SIA)